Jumat, 22 Juli 2011

CINTA


Harumnya mawar bersanding dengan tajamnya duri. Menebarkan keindahan dan menyimpan begitu banyak luka...
Mentari bersinar, membakar, dan merampas hari ini. Langit-langit kelas menangis melihat tawa gadis kecil dengan mata penuh misteri ; Dinar. Di atas lantai putih, Dinar duduk termenung dan sesekali menyuguhkan tawanya. Dipandanginya tajam anak lelaki yang berlarian di depannya. Tawanya seketika pudar ketika dua pasang mata anak manusia itu bertemu. Dinar menunduk, mengais sisa-sisa keberaniannya. Bersama sebuah lagu pilu yang dinyanyikan Febri dia mengangkat kepalanya. Dia kembali tertawa bersama sebuah ketidak nyamanan dalam hatinya.

Sang malam menyusutkan harimau menjadi kucing. Mengubah merah menjadi hitam. Bintang berjatuhan dan seketika cahayanya redup. Di balik almari, Dinar meringkuk. Pipinya basah terbanjiri air yang telah menjebol bendungan yang selama ini selalu dia perkuat. 
"Cara dia memperlakukanmu beda dengan cara dia memperlakukan anak yang lain. Dia sebenarnya ingin menghargai perasaanmu kepadanya"
Suara Febri masih terus menghantui Dinar malam ini. Tak dapat ia memejamkan mata. Beribu pertanyaan memenuhi otaknya. Ingin rasanya dia menjerit sekeras mungkin, mencari sebuah kebenaran dan kepastian, serta mengubur jiwa dan raganya di tengah sunyinya malam.
"Semua rasa yang tumbuh sejak beberapa tahun lalu tak pernah dapat lenyap meski telah kucoba dengan berbagai cara untuk melenyapkannya. Rasa itu justru memakan keberanianku dan menumbuhkan rasa lain, rasa bersalah. Rasa bersalah kepada seseorang yang lebih dulu memiliki rasa itu. Tapi aku yakin Tuhan punya rencana lain dengan apa yang kini kurasakan"
Ya! Sebuah rasa cinta bukanlah rasa yang salah, bukanlah rasa penuh dosa. Cinta adalah rasa terindah di dunia ini yang membuat kita tetap hidup meskipun pernah membuat kita terluka. Cintailah seseorang dengan segenap kerendahan hati dan jangan pernah memperbudak seseorang atas nama cinta. Cinta itu milik semua orang dan tidak seharusnya kita mencegah seseorang untuk jatuh cinta....

Rabu, 20 Juli 2011

Kita Mampu


Aku ingin menjadi teman yang baik dengan segudang kekuranganku. Aku selalu berusaha memahami perasaan kalian dan membuat kalian tersenyum. Bila kalian sedih, seberapa gembiranya diriku aku tak pernah bisa tertawa lepas. Aku tak ingin menjadi egois dan hanya mementingkan diriku sendiri.
Kalian tahu? Kalian telah menjadi teman yang baik untukku. Kalian mau mendengarkan isi hatiku, memberikanku semangat, dan berbagi denganku. Apabila aku sedih, kalian tak pernah membiarkanku larut di dalamnya. Kalian berusaha membuatku tersenyum dan kembali ceria.
Maaf jika selama ini apa yang kukatakan dan kuperbuat kurang berkenan di hati kalian. Maaf juga jika selama ini aku terlalu ikut campur dalam masalah kalian. Aku akan memperbaiki semua kesalahanku dan menjadi teman kebanggaan kalian..

Teruntuk temanku di ruang kekejaman, temanku di ruang lama, dan teman-temanku yang telah membuatku mampu berdiri di sini...

Selasa, 19 Juli 2011

Arti Teman


Aku meloncat – loncat di bawah teduhnya hidup
Berlari bersama kupu – kupu,
Mengarungi lembah kehidupan
Berteriak sekeras serdadu
Dan melepas tawa penuh kebebasan

Seberkas senyum melayang mengikuti langkahku
Tertiup angin merah jambu
Dan terhempas tepat di mataku

Genggaman hangat tanpa tepi
Menyurutkan seribu amarah
Melenyapkan kekecewaan
Menghapus jejak setan berjubah hitam

Bila kupandangi wajah – wajah mereka
Aku melihat seberkas cahaya
Seberkas cahaya penuh kehangatan
Seberkas cahaya cinta,
yang membuatku tetap berdiri di tempat ini